Hamas Ucapkan Selamat Atas Keberhasilan Intifadah Rakyat Tunisia

Damascus : Gerakan perlawanan Hamas mengucapkan selamat atas keberhasilan rakyat Tunisia dalam intifadah rakyat. Keberhasilan ini sebagai soko guru dalam sejarah bangsa Arab modern.
Dalam pernyataan tertulisnya, Ahad (16/1) yang dilansir infopalestina Hamas mendukung revolusi rakyat Tunisia sebagai representative dari kehendak rakyat untuk mendapatkan kebebasan yang telah lama terpasung oleh kediktatoran, selain melawan kerusukan dan tindak korupsi, kezaliman serta pembukaman suara rakyat. Intifadah ini merupakan soko guru bagi perjalanan sejarah bangsa Arab modern yang menginginkan kebebasan dan kemuliaan. Hamas dengan ini mendukung perjuangan rakyat Tunisia atas pilihan dan kehendap politiknya.
Apa yang terjadi di Tunisia merupakan pelajaran yang sangat berharaga, bahwa untuk mendapatkan kemuliaan, kembalinya hak-hak dan untuk menyingkirkan kezaliman, pemodaan dan kerusakan tidak bisa dengan meminta-minta atau mengemis-ngemis. Kemuliaan dan kemenangan hanya bisa dicapai dengan pengorbanan dengan menyerahkan harta yang paling berharga. Saudara-saudara kita di Tunisia telah membuktikan hal itu dengan keluar dalam aksi-aksi kemarahan serta menyerahkan puluhan para syuhada ratusan serta orang terluka, hingga mereka berhasil mendapatkan kemenangan ini.
Jurubicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr . Sami Abu Zuhri menegaskan bahwa gerakannya menghormati kehendak rakyat Tunisia di dalam memilih pemimpinnya.
Abu Zuhri mengatakan hal tersebut dalam pernyataan khusus kepada koresponden Infopalestina, Sabtu (15/1). Dia mengatakan, “Kami menghormati kehendak rakyat Tunisia dan pilihannya. Kami tegaskan dukungan kami kepada mereka.”
Jurubicara Hamas ini menegaskan bahwa rakyat Tunisia berhak untuk memilih kedaulatannya yang mereka inginkan melalui proses demokrasi yang dijamin jauh dari intervensi asing.
Pada hari Jum’at (14/1), rakyat Tunisia berhasil melengserkan presidennya setelah 23 berkuasa secara otoriter, setelah protes rakyat berlangsung selama sebulan dan menimbulkan ratusan korban tewas dan terluka. Menteri Muhammad al Ganushi menggantikan tugas presiden untuk sementara waktu setelah presiden lengser dan melarikan diri dari Tunisia Jum’at malam. (asy)– Infopalestina

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama