Analisis Israel Soal Arah Mesir Baru Internal dan Eksternal

Dr. Adnan Abu Amer
Para penentu kebijakan di Tel Aviv memprediksi orientasi Dewan Militer Mesir terhadap perkembangan internal yang jelas. Israel berharap presiden baru Muhammad Mursi akan tidak berdaya sebelum memulai. Sebab ia hanya mewakili setengah dari rakyat Mesir. Sebagian besar kewenangannya saat dia dilantik.
Israel juga memprediksi jenderal-jenderal militer Mesir agar membuang Mursi segera. Mursi kini menjadi orang yang bertanggungjawab atas problema Negara dan dia tidak bisa mengatasinya atau menentukan arah politiknya. Akhirnya, militer akan memanfaatkan peluang untuk menghabisi Mursi sebagaimana parlemen juga sudah dibubarkan. Inilah langkah yang disiapkan oleh jenderal-jenderal Mesir agar kelompok Islam tidak tertawa di akhir.
Terkait hubungan Mesir – Israel, prediksi Israel mengisyaratkan bahwa konfrontasi militer justru paling kuat dan paling logis. Sehingga Israel harus menentukan kembali penyebab peperangan itu dan minta belajar dari Amerika.
Israel juga harus kembali menentukan targetnya dalam perang yang mungkin terjadi sehingga di luar tanpak Israel komitmen dengan perdamaian.
Di saat yang sama, Israel siap secara diam-diam terhadap semua kemungkinan; dari kemungkinan konfrontasi militer hingga masalah penduduk di Sinai.
Dengan segala perkiraan itu, tetap tidak menafikan adanya kepentingan bersama antara Tel Aviv dan Kairo. Sebagiannya bersifat strategi seperti penguatan system keamanan dari pengaruh Iran di kawasan. Sebagian lagi bersifat taktik yang bertujuan untuk menenangkan situasi di perbatasan dan mengeluarkan organisasi bersenjata dari Sinai.
Mesir dan Israel juga sama-sama ingin menjadikan Sinai sebagai pusat pariwisata. Pariwisata adalah sumber income paling penting bagi Mesir. Presiden Mursi sendiri berjanji akan menarik wisatawan 20 juta setiap tahun dibanding hanya 12,5 juta sebelum revolusi. Ia juga akan menganggarkan lebih dari 3 milyar dolar untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata yang mempekerjakan 4 juta warga Mesir di sana.
Maka ada prediksi Mursi akan menemukan kesepahaman bersama baik dengan Hamas atau dengan Israel. Akan menjadi cukup jika ada kesepakatan antara Mursi dan Netanyahu soal penghilangan blockade dari Jalur Gaza, pembukaan perlintasan baru dengan pengawasan bersama dari Hamas, wakil Uni Eropa dan Mesir.
Analisis Israel ini berpengaruh bagi situasi ekonomi Mesir yang menyebutkan bahwa negeri itu jatuh dalam krisis yang tidak sederhana; investasi terhenti, pariwisata stagnan, Mesir juga tidak ingin menghentikan bantuan Amerika yang mencapai 1,3 milyar dolar setiap tahunnya.
Artinya jika Mesir perang antara Israel maka bukan hanya akan meningkatkan anggaran Mesir saja bahkan akan membahayakan pemasukan dari terusan Suez.
Berapa banyak statemen Mursi yang tegas, namun terlalu banyak ikatan yang memaksanya di akhir dalam menghadapi gap hakiki antara ucapan dan perbuatan. Sebab Mesir bukan hanya menerima bantuan senjata saja dari Amerika. Ia juga menerima pasokan gandum. Dari gandum itu Mesir membuat tepung kemudian roti. Tentu tidak ada yang ingin di tahun pertama atau kedua pemerintah Mursi akan terjadi kelaparan. Ini tentu poin bagi Israel. (bsyr)

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama