Kehendak Umat… Membangun Peradaban

Risalah dari Muhammad Badi’, Mursyid Am Ikhwanul Muslimin,
__________
Segala puji hanya milik Allah, shalawat dan salam atas Rasulullah saw dan orang-orang yang loyal kepadanya.. selanjutnya
Dalam risalah sebelumnya telah kita bicarakan tentang manusia sebagai pilar utama sebuah kebangkitan, karena itu, ada satu perkara yang tidak bisa dipisahkan darinya; pentingnya menghargai dan menghormati kehendak rakyat (umat) yang merupakan cerminan kehendak setiap individu yang menyatu; ia merupakan batu utama dan yang hakiki bagi setiap kebangkitan; karena tanpa adanya penghormatan dan penghargaan tersebut maka tidak akan ada kebangkitan dan kemajuan.
Revolusi musim semi Arab telah berakhir yang diiringi dengan berakhirnya rezim diktator yang selalu melakukan penindasan dan perbudakan bagi suatu negeri dan bangsa, rezim yang telah merampas kekayaan negara dan merekayasa kehendak bangsanya
مَا أُرِيكُمْ إِلا مَا أَرَى وَمَا أَهْدِيكُمْ إِلا سَبِيلَ الرَّشَادِ
“Aku tidak mengemukakan kepadamu, melainkan apa yang aku pandang baik; dan aku tiada menunjukkan kepadamu selain jalan yang benar”. (Ghafir:29)
Dan menjadikan keinginan bangsa yang tertinggi dan wanita penentunya, dan orang yang memegang jabatan hendaknya tidak lupa bahwa dirinya “sangat lemah” disisi umat, sehingga harus berusaha merealisasikan tuntutan-tuntutannya dan mengerahkan seluruh tenaga dan potensinya untuk memberikan kebahagiaan kepada anak bangsanya; untuk melemparkan jauh-jauh slogan pemaksaan: “Negeri ini adalah negeri mereka”
Setiap umat pasti memiliki kekayaan berharga dan penghasilan yang banyak serta perhiasan yang mahal baik dari sisi nilai-nilainya, pemudanya, pemerintahnya, cendekiawan dan ilmuwannya, sumber daya alamnya dan persatuannya… sungguh itu semua merupakan kekayaan yang sekiranya dipahami nilai-nilainya oleh para pejabatnya dan profesional dalam pemeliharaannya -sebagaimana yang telah Allah anugerahkan melalui kekuasaanNya- niscaya akan menjadi pemimpin besar di dunia, dan akan mengalami kemajuan dan kesejahteraan di negerinya dan bahkan akan tercatat dalam sejarah yang mulia, mengangkat derajat dan posisinya bersamanya.
Bangsa yang telah berhasil merebut kembali kemerdekaan dan kehormatannya dengan mengorbankan darah anak-anak bangsa, tidak akan rela setelah ini memalsukan kehendaknya atau menoleh atasnya, dan barangsiapa yang melakukan kezhaliman niscaya akan merasakan balasan dan kehancurannya
وَمَكْرُ أُولَئِكَ هُوَ يَبُورُ
“Dan rencana jahat mereka akan hancur”. (Fathir:10)
وَلا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلا بِأَهْلِهِ
“Rencana yang jahat itu tidak akan menimpa selain orang yang merencanakannya sendiri”. (Fathir:43)
Ketika umat menyadari sebagai pemilik keputusan, niscaya kebangkitan akan bergerak meliputi jiwa dan melesatkan potensi menuju pembangunan masa depan dan setiap individu akan melakukan persiapan secara penuh sehingga dapat dikerahkan dan memiliki kesigapan untuk  melakukan kemajuan dan peningkatan terhadap negerinya,  sebagaimana yang telah kita lihat di berbagai peristiwa dan kejadian pada beberapa bulan ini.
Pada saat Abu Al-Qasim Asy-Sya’bi membuat puisi yang terkenal dengan tema “Keinginan untuk hidup”, yang pada mukaddimahnya beliau berkata:
إذا الشعب يومًا أراد الحياة                     فلا بد أن يستجيب القدر
ولا بد لليل أن ينجلي                           ولا بد للقيد أن ينكسر
Jika pada suatu hari, satu bangsa menginginkan kehidupannya #
Maka harus segera disambut semampunya
Karena malam pasti berlalu #
Sebagaimana belenggu pasti akan hancur
Beliau menyadari bahwa keinginan bangsa untuk hidup dan menikmati kehidupan dengan penuh kebebasan, kemuliaan dan kemerdekaan yang akhirnya akan unggul dan tampil dihadapan, bahwa umat tidak mungkin bisa dipaksakan sekalipun pemerintah thagut sedang berada di puncak kekuatannya dan para diktator melakukan dengan kekuatan, kezhaliman, kekerasan dan kebengisannya. Mereka harus menyadari bahwa penindasan, pemaksaan dan kediktatoran akan hancur , cepat atau lambat, dan sesungguhnya masa kemerdekaan, demokrasi, keadilan dan kesetaraan pasti akan datang, karena itu negara yang penuh kezhaliman hanyalah sebentar , adapun al-haq dan keadilan akan tetap lestari hingga hari kiamat.
Kasus penuh obstruktif dan kebuntuan telah tengah terjadi pada  masyarakat Arab, oleh karena rezim sebelumnya yang melakukan pemborosan dan pengekangan kehendak rakyat serta meremehkan nilai-nilai kemanusiaan, berkurangnya kebebasan publik,  maraknya pelanggaran hak, hancurnya loyalitas dan komitmen bangsa, dan terpasungnya kebebasan berekspresi dan berpartisipasi dalam pemerintahan dalam negeri, serta secara terus menerus membuat aturan yang hanya sesuai dengan undang-undang darurat dan hukum militer selama puluhan tahun lamanya, dan terus melakukan penangkapan secara sewenang-wenang terhadap orang-orang jujur yang kontra dengannya, dan menetapkan hukum secara zhalim dan merampas hak-hak mereka dihadapan pengadilan luar biasa.
Kondisi ini diiringi dengan dengan terjadinya kemerosotan secara terus menerus, sehingga kondisi ekonomi dan kehidupan rakyat menurun, dan menjadikan sebagian besar kehidupan mereka berada di bawah garis kemiskinan, atau jika boleh dikatakan sebagai pemiskinan yang disengaja, dan penglaparan yang disengaja, sementara itu kondisi yang lebih ironi juga terjadi yaitu maraknya pengangguran di seantero negari, dan menyebarnya yang mengkhawatirkan pelanggaran hukum, korupsi merajalela penyuapan dan menghabiskan uang publik; memang secara disengaja dilakukan untuk membuat orang-orang sibuk dari melakukan tugasnya yang sebenernya dan membuat  kemuliaan tertinggi.

Meskipun dalam kondisi demikian namun kehendak bangsa berhasil menggulingkan tahta terkuat dari orang-orang angkuh di zaman modern oleh karena karunia Allah, dan berkat persatuan dan kekuatan barisannya .. yang demikian merupakan akhir yang tak terelakkan akan konflik yang sengit  antara kehendak rakyat yang terampas dan kehendak rezim yang menindas hak rakyat dan kebatilan yang hampa
بَلْ نَقْذِفُ بِالْحَقِّ عَلَى الْبَاطِلِ فَيَدْمَغُهُ فَإِذَا هُوَ زَاهِقٌ وَلَكُمُ الْوَيْلُ مِمَّا تَصِفُونَ
Sebenarya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, Maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu mensifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya)”. (Al-Anbiya:18)
Rakyat telah mengungkapkan kehendak kemerdekaannya dalam membangun negara demokrasi modern berdasarkan pondasi dan prinsip-prinsip kewarganegaraan dan aturan hukum, kebebasan, kesetaraan dan keragaman dalam segala bentuk dan jenisnya, dan transfer kekuasaan secara damai melalui kotak suara, dan menghormati hak asasi manusia dan kebebasan dasar, dan menyebarnya secara umum  akan nilai-nilai dari kebebasan, keadilan dan kesetaraan di antara semua anak bangsa, tanpa pembedaan atas dasar ras, warna kulit, agama, dan penyusunan konstitusi baru bagi negara yang memenuhi kebutuhan masyarakat menuju kebangkitan yang sesungguhnya untuk puluhan bahkan ratusan tahun, dengan cara konsensual di antara semua anak bangsa, Karena itu konstitusi ditempatkan karena konsensi bukan mayoritas, bersamaan dengan pentingnya memerangi berbagai tindak kerusakan dan kejahatan di berbagai departemen pemerintah dan lembaga-lembaganya  dan melakukan akuntabilitas berbagai kerusakan dan pelaku kerusakan, Apapun posisi dan atribut mereka, dan segera melakukan pengadilan terhadap para penjahat secara adil  dan singkat, memperbaiki kondisi kehidupan yang memburuk untuk warga negara dan meningkatkan penghapusan kemiskinan dan pengangguran, dan kebutuhan untuk memulihkan keamanan dan keselamatan bagi warga di seluruh negara, dan melakukan rehabilitasi dari layanan keamanan dan mengubah konsepnya yang salah, seperti perangkat penindasan dan tirani, dan mengakhiri hegemoninya terhadap kendali negara, dan membatasi perannya untuk melindungi tanah air dan memenuhi berbagai faktor keamanan dan stabilitas bagi seluruh warga, dan membuat ruang untuk semua orientasi dan arus politik, intelektual, organisasi masyarakat hukum, sosial, budaya, ekonomi, dan masyarakat sipil di negara; karena meningkatkan pelaksanaan kegiatan dan acara, dan mengekspresikan pandangan dan keyakinannya  dan memungkinkan untuk menggunakan kebebasan nasional untuk berkontribusi dalam membangun rumah mereka sendiri dan meningkatkan statusnya, diiringi dengan kebutuhan untuk mempromosikan budaya cinta, toleransi dan saling menghormati dan co-eksistensi antara semua anak bangsa .. Ini adalah tuntutan masyarakat dan kewajiban pemerintah, siapa pun dia, inilah jalan satu-satunya untuk keluar dari krisis dan mewujudkan kebangkitannya.
Inilah beberapa tugas dan tanggungjawab yang Allah telah berikan perlindungan kepada umat-Nya; merupakan tanggungjawab yang akan dimintakan pertanggungjawabannya dihadapan Allah, dan kemudian dihadapan manusia dallam menjalankan tugas-tugasnya secara memuaskan. karena itu para pengemban amanah ini hendaknya melakukan upaya maksimal untuk mencapai hal ini, dengan penuh amanah dan ketulusan jika tidak maka hendaknya tugas tersebut secara baik-baik.
Umat yang kami banggakan saat ini sedang mencari orang yang mampu mempertahankan agamanya, menjaga dan membela negerinya, mempertahankan keamanan dalam negerinya dan menghormati putusan pengadilan, tidak angkuh atau mengabaikannya, dan bagisiapa yang mampu membangun keadilan pada semua urusan negara, menyebarkan kebajikan dan akhlak, dan memfasilitasi cara hidup yang praktis, menyebarkan kemakmuran di seluruh pelosok negeri dan memberikan pekerjaan dan tugas kepada seluruh petugas dari orang-orang yang berpengalaman.
وهو ما خطَّه إمامنا الشهيد حسن البنا ورسم حدوده لمكونات النهضة ورفعة الشعوب؛ حيث يقول: “إن تكوين الأمم، وتربية الشعوب، وتحقيق الآمال، ومناصرة المبادئ.. تحتاج من الأمة التي تحاول هذا أو من الفئة التي تدعو إليه على الأقل إلى قوة نفسية عظيمة تتمثل في عدة أمور: إرادة قوية لا يتطرق إليها ضعف، ووفاء ثابت لا يعدو عليه تلون ولا غدر، وتضحية عزيزة لا يحول دونها طمع ولا بخل، ومعرفة بالمبدأ وإيمان به وتقدير له يعصم من الخطأ فيه والانحراف عنه والم. ساومة عليه والخديعة بغيره، وقد يقول قائل: ما لهؤلاء الجماعة يكتبون في هذه المعاني التي لا يمكن أن تتحقق؟ وما بالهم يسبحون في جوِّ الخيال والأحلام.. على رسلكم أيها الإخوان في الإسلام والملة؛ فإن ما ترونه اليوم غامضًا بعيدًا كان عند أسلافكم بديهيًّا قريبًا، ولن يثمر جهادكم حتى يكون كذلك عندكم، وصدقوني إن المسلمين الأولين فهموا من القرآن الكريم لأول ما قرءوه ونزل فيهم ما ندلي به اليوم إليكم ونقصه عليكم
Inilah yang pernah direncanakan oleh imam Syahid Hasan Al-Banna dan ditetapkan batasan-batasannya sebagai komponen kebangkitan dan peningkatan kepabilitas umat, beliau berkata: “Bahwa pembentukan bangsa-bangsa, pembinaan umat, perwujudan harapan, dan pembelaan prinsip-prinsip .. sangat membutuhkan dari bangsa yang berusaha menerapkan ini atau kalompok yang menyeru kepadanya minimal kekuatan psikologis yang besar yang terdapat pada beberapa hal: kekuatan yang tidak terbetik sedikitpun kelemahan, pemenuhan janji yang tetap yang tidak dicemari oleh kamuflese dan pengkhianatan, pengorbanan yang mulia yang tidak berubah oleh keserakahan dan kekikiran, pemahaman kepada prinsip dan beriman kepadanya dan penghargaan untuknya yang terlindungi dari kesalahan, penyimpangan dan tawar-menawar dan penipuan, mungkin ada yang berpendapat Bagaimana ada satu kelompok yang telah mewajibkan atas dirinya nilai-nilai yang tidak dapat dicapai? bagaimana mungkin mereka bertasbih dalam suasana berkhayal dan impian .. Hendaknya kalian wahai Ikhwan senantiasa berada dalam Islam dan keyakinan. Bahwa yang kalian saksikan hari ini adalah  samar pada masa lalu dan jauh namun menurut ulama salaf sangat jelas dan dekat, dan usaha kalian tidak akan menghasilkan Jihad sampai seperti mereka dalam diri kalian, percayalah kepada saya bahwa umat Islam masa dahulu sangat memahami Al-Quran dari pertama yang mereka baca dan turun seperti yang diperintahkan pada hari ini dan kami ceritakan kepada kalian”.

Telah diceritakan darah para syuhada sebagai akar bagi kehendak rakyat, sehingga tumbuh pohon kebebasan, dan menjadi resisten akan tercerabut atau menghindar atasnya atau usaha penipuan untuk lainnya, karena itu kita harus untuk tidak meremehkan kehendak rakyat kita, berjuang untuk mereka, dan bergerak dalam kerangka kerjanya, dan jangan sampai ada satu faksipun tidak berusaha – sekalipun dirinya yakin kemampuan melakukan konfrontasi dihadapan umat – untuk berenang melawan arus, jadilah bahan pelajaran untuk orang setelahnya, dan tidak akan sia-sia hak dibelakangnya berbagai tuntutan yang diambilnya dan dilindungi setelah hal itu terjadi.
Marilah semua kita bersaing dalam rangka  bagaimana bangkit di negara kita dan memberikan program yang bermanfaat, dan marilah kita semua bekerja sama dalam memajukan dan meningkatkan negeri secara fair dan mulia, jauh dari pertempuran tercela yang melukai dada dan menghambat kemajuan, dan merilah kita perlihatkan kepada Allah dan kepada bangsa kita yang terbaik dari diri kita sebagai ungkapan rasa cinta secara nyata kepadanya melalui langkah-langkah praktis menuju kemajuan yang real yang mengembalikan posisi kita yang menjadi kita di tengah umat.
Bahwa kehendak umat sangatlah berharga, kekal dan yang terkuat, Insya Allah, bahkan di atas semua kekuatan atau kekuasaan, karena itu semua orang hendaknya menghormati dan tidak menganggap enteng untuk bergerak maju di negara kita dan untuk turun kepadanya sehingga menjadi beban puluhan tahun dengan berbagai penindasan, penghinaan dan kekurangan
إِنَّ اللَّهَ بَالِغُ أَمْرِهِ قَدْ جَعَلَ اللَّهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah Mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
Salawat dan salam atas nabi kita  Muhammad saw, beserta keluarga dan para sahabat
Allah Maha Besar dan segala puji hanya milik Allah
Penerjemah:
Abu ANaS MA

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama