Tsawabit Amal Islami Menurut Imam Al-Banna: Menyikapi Issu dan Kebohongan (Bag. 12)

Strategi Dakwah
Menyikapi Lembaga-Lembaga Islam
موقفنا من الهيئات الإسلامية عامة أننا نتمنى لها الخير جميعاً وندعو لها بالتوفيق. وأن خير طريق نسلكها ألا يشغلنا الالتفات إلى غيرنا عن الالتفات إلى أنفسنا. فأمتنا محتاجة إلى جنود وجهاد، والوقت لا يتسع لنتطلع إلى غيرنا ونشتغل به، فكل في ميدانه والله مع المحسنين (1).
Sikap kami terhadap Lembaga-Lembaga Islam secara umum adalah kami mengharapkan kebaikan lembaga-lembaga tersebut dan kami doakan mereka agar mendapatkan taufik. Sebaik-baik cara yang kami tempuh adalah kami tidak tersibukkan dengan memperhatikan selain kami, dan melupakan kondisi internal kami, karena umat kami sangat membutuhkan kesungguhan dan jihad, sedangkan waktu tidak mencukupi untuk kami mengkaji dan sibuk dengan selain kami. Maka setiap lembaga itu ada medan kerjanya, dan Allah bersama orang-orang yang berbuat baik, (Al-Mudzakkirat;227)
على أننا نحب أن نتعاون مع هذه الهيئات ونحاول جاهدين أن نقرب بين وجهات النظر، ونوفق بين مختلف الفكر. ولا يباعد بيننا رأي فقهي، أو خلاف مذهبي (2)، بل نعمل على جمعها وتوحيدها حول الفكرة العامة (3).
Kami cinta bekerja sama dengan lembaga-lembaga yang ada, kami berusaha untuk bersungguh-sungguh mendekatkan ragam cara pandang pemikiran yang ada dan kami berusaha untuk mendekatkan antara beda pemikiran. Jangan sampai perbedaan pendapat fiqih menjauhkan di antara kita, begitu juga beda madzhab mencerai beraikan barisan kita, (Risalah Muktamar Saadis; Rasail cetekan 2:216/Al-Ushul 94), bahkan kami bekerja untuk mengumpulkan dan menyatukan dalam bingkai pemikiran umum atau agenda bersama, (Risalah Muktamar Saadis; Ar-Rasail cetakan 1:179/Ar-Rasail cetekan 2:145/Al-Ushul 67).
وإذا كانت هناك حركة تشترك معنا في غايتها العامة، وهي العمل لما فيه إعزاز الإسلام وإسعاد المسلمين، وإنما تقع فروق بسيرة في أسلوب الدعوة وفي خطة القائمبن بها، فإننا لا نشعر أننا في ميدان منافسة، ولكن في ميدان تعاون قوي وثيق. ولا بأس أن نظهر وإياهم في كثير من القضايا الإسلامية العامة شيئاً واحداً وجماعة واحدة (4).
Jika ada gerakan yang tujuannya sama dengan tujuan perjuangan kami, yaitu bekerja untuk meninggikan Islam dan menjadikan umat Islam berbahagia, namun ada perbedaan metode dan strategi dakwah, maka kami tidak merasakan adanya persaingan, justeru kami menganggap ini menjadi medan amal kerja sama yang kuat. Tidak masalah kami menampakkan kesamaan dengan mereka dalam banyak problematika Islam secara umum dalam pernyataan dan barisan yang satu, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail cetakan 1:179-180 / Ar-Rasail cetekan 2:145-146/Al-Ushul 67-68).
Adapun terkait dengan gerakan Islam  yang tergesa-gesa yang kadang tidak terkendali dikarenakan sikapnya itu, kami tidak mendukungnya dan kami jelaskan letak kekeliruan dengan cara yang baik, namun kami tidak memusuhinya, bahkan kami lapang dada agar semua pelaku kebaikan mendaptkan taufik dari Allah swt. untuk menjalankan kebaikan, dan kami tidak menginginkan mencampur adukkan antara sikap membangun dengan perilaku meruntuhkan bangunan, karena medan jihad sangat luas bagi siapa saja, (Risalah Muktamar Khamis: Ar-Rasail cetakan 1:179-180/Ar-Rasail cetakan 2:145-146/Al-Ushul 67-68)
Issu dan Kebohongan
تتعرض الدعوات في سيرها إلى كثير من الإشاعات والأكاذيب، يطلقها المغرضون الذين امتلأت قلوبهم بالحسد والغيرة من العاملين للإسلام، فلا بد من اعتماد قاعدة مهمة في سير الدعوة العملي، وهي أن الإشاعة والأكاذيب لا يقضى عليها بالرد، ولا بإشاعة مثلها، ولكن يقضى عليها بعمل إيجابي نافع يستلفت الأنظار، ويستنطق الألسنة بالقول، فتحل الإشاعة الجديدة وهي حق، محل الإشاعة القديمة وهي باطل (2) (3).
Berbagai dakwah dalam perjalannya menghadapi banyak tuduhan, issu dan kebohongan yang dilontarkan pihak-pihak yang di dalam hatinya dipenuhi sikap dengki dan iri terhadap para pendakwah Islam, maka mensikapi hal ini dibutuhkan sikap berpegang pada kaidah penting dalam menjalankan kerja dakwah, yaitu bahwa issu-issu dan kebohongan itu tidak perlu dibantah, juga bukan dengan issu lain semisalnya, akan tetapi menjinakkannya dengan amal kerja nyata positif yang bermanfaat sehingga akan tetap dilihat banyak orang, maka prestasi kerja ini akan menjadi issu positif baru, dan inilah yang benar, sedangkan issu-issu sebelumnya batil adanya, (Al-Mudzakkirat 82 atau 108-109).
أما إذا كان الافتراء من علماء معروفين، ولهم أثرهم في نفوس الناس، فإنه لا بد من معالجة الأمر وإيقافهم عند حدهم ومنعهم من التقول، من غير استخدام العنف معهم (1).
Adapun jika tuduhan tidak berdasar itu dari kalangan ulama yang tersohor, mereka punya daya perhatian yang besar di tengah manusia, dalam hal ini perlu ada upaya untuk mengobati dan menghentikan tindakan tersebut, tanpa harus menggunakan cara-cara kekerasan terhadap mereka, (Al-Mudzakkirat:110-111). bersambung…

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama