Uni Eropa Membuat Israel Murka

Tarqiyah :Para pejabat Israel menyerang Uni Eropa setelah blok Eropa ini mengeluarkan haluan baru yang melarang 28 anggota Uni Eropa mendanai proyek-proyek di tanah pendudukan Yahudi, termasuk wilayah Yerusalem Timur.  Sebaliknya, Palestina menyambut langkah Uni Eropa ini.

Haluan ini telah diadopsi Komisi Eropa 28 Juni lalu bahwa semua hibah, hadiah dan pendanaan Uni Eropa mulai tahun 2014 tidak boleh lagi diberikan kepada entitas Israel setelah Garis Batas 1967.

Uni Eropa akan secara resmi mempublikasikan haluan itu Jumat nanti.

Langkah Uni Eropa ini membuat marah Israel.  Seorang pejabat tinggi Israel menggambarkannya sebagai serangan terhadap negara Yahudi.

"Ketika menyangkut wilayah-wilayah bersengketa, Eropa memilih menyerang sebuah negeri kecil seperti Israel daripada menghadapi negara yang lebih kuat karena mereka takut dengan penghancuran," kata dia.

Israel, kata dia, hanya mendapat informasi soal haluan ini pada saat-saat terakhir.

Haluan Uni Eropa mensyaratkan pembedaan tegas dibuat pada semua perjanjian yang disepakati Israel dan wilayah-wilayah yang didudukinya pada Perang Timur Tengah 1967, termasuk Dataran Tiinggi Golan, Jalur Gaza dan Tepi Barat termasuk Yerusalem timur.

"Ini adalah haluan untuk kelayakan entitas Israel dan aktivitasnya di wilayah-wilayah yang diduduki Israel sejak Juni 1967 untuk hibah, hadiah, dan instrumen-instrumen yang didanai Uni Eropa dari 2014 dan setelahnya," kata juru bicara Uni Eropa David Kriss kepada AFP.

"Haluan ini membuat perbedaan antara Israel dan entitas-entitas di Tepi Barat, Yerusalem timur, Jalur Gaza dan Dataran Tinggi Golan," kata dia.

Aspek yang paling membuat marah Israel adalah klausa "kelayakan teritorial" yang berarti mulai 2014, hanya wilayah-wilayah sebelum Garis Batas 1967 yang layak didanai Uni Eropa.

"Ini kali pertama arahan langsung dan resmi seperti itu dipublikasikan lembaga Uni Eropa," kata seorang pejabat senior Israel kepada harian Haaretz, seraya menggambarkan langkah Uni Eropa ini sebagai gempa bumi baik bagi kepentingan praktis maupun politik Israel.

Wakil Menteri Luar Negeri Israel Zeev Elkin menyebutkan Israel tidak akan menandatangani kesepakatan apa saja yang mencantumkan klausa tersebut.

"Kami tidak siap menandatangani klausa ini dalam kesepakatan-kesepakatan kami dengan Uni Eropa," kata dia, seraya menyebut klausa itu akan menunda kerjasama Israel-Uni Eropa di banyak sektor dan merusak Israel.

Sebaliknya, pejabat senior Palestina Hanan Ashrawi menyambut langkah Uni Eropa ini.

"Uni Eropa telah bergerak ke langkah-langkah nyata yang merupakan sebuah pergerakan kualitatif yang akan berdampak positif terhadap peluang-peluang perdamaian," kata dia. (Antara)
 Wallahu A‘lam.


KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama