Pakar Maritim: Asal Ngomong, Jokowi dan "Gurunya" tak Paham Poros Maritim"

Tarqiyah : Pernyataan calon presiden Joko Widodo pada “Debat Capres” (22/06), soal tekad ingin menjadikan Indonesia sebagai “Poros Maritim” Dunia, memunculkan polemik. Bahkan pakar maritim, Y. Paonganan, menantang Jokowi dan “guru” Jokowi soal kemaritiman, untuk belajar lagi.

Dalam kuliah twitter (kultwit) panjang Paonganan membeberkan tentang hubungan konflik Laut Cina Selatan (LCS) dengan ambisi Jokowi menjadikan Indonesia Poros Maritim.

“Jokowi ngomong poros maritim, tapi ga ngerti konflik Laut China Selatan, lalu apa kaitannya..? saya jelaskan dikit ya Joke biar paham lo..,” tulis Paonganan di akun Twitter @ypaonganan.

@ypaonganan membeberkan masalah LCS dengan melampirkan peta klaim Cina atas LCS. Klaim itu disebut sebagai Nine Dash Line. “Sebelumnya kau baca dulu PETA ini Joke…garis merah putus2 di PETA itu adalah klaim China atas LCS, disebut dengan Nine Dash Line, mengklaim perairan beberapa negara termasuk Natuna,” tulis @ypaonganan.

Menurut Paonganan, LCS adalah jalur utama perdagangan dunia lewat laut dari dan menuju Asia-Pasifik. Lalu lintas maritim di LCS adalah lanjutan dari ALKI I yang melalui Selat Malaka. Jadi merupakan bagian dari poros maritim dunia.

Selain poros maritim dunia, kata Paonganan, di dasar laut LCS terutama di sekitar Natuna dan Kepulauan Spartly banyak kandungan migas dan mineral. “Jadi terkait konflik LCS, Indonesia tidak bisa diam begitu saja, tapi harus mengantisipasi kelakuan Tiongkok yang merasa paling hebat di ASIA,” jelas @ypaonganan.

@ypaonganan menulis: “Jadi jika Jokowi katanya mau Indonesia jadi poros maritim dunia, ya harus paham masalah LCS, jika tidak ya bulshit namanya.”(intelijen)

 Wallahu A‘lam.

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama