Waspadai Bahaya yang Disebabkan oleh Kemasan Makanan!

Tarqiyah : SERINGKAH Anda memperhatikan kemasan saat anda membeli makanan atau minuman? Ketika membeli gorengan di pedagang-pedangan kaki lima misalnya. Mereka biasanya mengemas dengan kertas bekas print out yang di balik. Sehingga dari luar kertas itu tampak putih bersih dan rapi. Tapi tulisan-tulisan bekas print out terlihat jelas di dalamnya. Hal tersebut memang akan terlihat rapi, tapi mengabaikan nilai-nilai kesehatan.
Sikap hati-hati dan waspada sangat dibutuhkan agar dapat menghindar dari bahaya bungkus pengemas mengandung racun. Barang yang mungkin biasa kita pakai untuk membungkus makanan dan minuman ternyata dapat menimbulkan dampak & efek luar biasa buruk bagi kesehatan tubuh kita.
Di bawah ini merupakan beberapa macam / jenis kemasan makanan dan minuman yang harus diwaspadai karena bisa saja mengandung zat berbahaya bagi kesehatan tubuh Anda:
1. Pembungkus Kertas Non Makanan
Hati-hati jika membeli makanan yang dibungkus kertas biasa, kertas koran, kertas majalah, dan lain sebagainya. Terkadang kertas pembungkus yang kontak langsung dengan makanan tidak didesain khusus untuk makanan sehingga mengandung zat berbahaya seperti timbal, karbon, dan lain sebagainya. Timbal dapat mudah berpindah ke makanan jika terkena minyak dan panas yang mampu menyebabkan pucat, kelumpuhan.
2. Pembungkus Styrofoam / Stereofoam / Polystyrene
Bungkus yang umumnya berwarna putih dan kaku ini sering dijadikan kotak bungkus luar makanan. Bahayanya yaitu jika makanan tersebut kontak langsung dengan lapisan sterofom. Lapisan sterofoam tersebut jika terkena panas dapat mencairkan banyak residu sterofom yang bisa menyebabkan endocrine disrupter akibar zat karsinogen yang beracun. Umumnya pembungkus makanan ini sudah menjadi salah satu pilihan pembungkus favorit tukang somay, tukang lumpia basah, tukang nasi goreng, tukang mi tektek, dan lain sebagainya. Selain itu bahan Styrofoam bersifat tahan lama yang tidak akan terurai secara alamiah dalam waktu puluhan atau mungkin bahkan ratusan tahun. Jika dibakar, maka racun yang menguap ke udara jika terhirup akan menetap di dalam tubuh serta dapat menyebabkan masalah kesehatan yang serius.
3. Plastik Air Minum Dalam Kemasan / AMDK
Botol dan gelas air minum pada kemasan air mineral dengan bahan polyethylene terephthalate atau PET mengandung zat karsinogen yang dapat membahayakan kesehatan tubuh manusia apabila terminum bersama minuman. Jika kita menggunakan botol atau gelas tersebut berulang-ulang kali, maka bisa jadi racun karsinogen tersebut larut dalam air yang kita minum dan dalam jangka panjang akan memberikan efek yang merugikan kesehatan. Oleh sebab itu sebaiknya kita tidak memakai ulang botol dan gelas air minum kemasan dan hanya menggunakan kemasan minuman khusus untuk minuman yang aman dari zat-zat berbahaya.
4. Hasil Daur Ulang Plastik Bekas
Barang-barang yang terbuat dari plastik bekas dapat menimbulkan berbagai penyakit yang merugikan kesehatan kita. Umumnya para pedagang kaki lima menggunakan plastik baru tapi mereka tidak tahu kalau plastik kresek itu dibuat dari plastik bekas yang mengandung zat berbahaya. Plastik bekas biasanya memiliki tekstur yang agak kasar, kurang elastis, ada bercak-bercak, dan sebagainya tapi tidak menutup kemungkinan kalau plastik yang bagus terbuat dari bahan plastik bekas berbahaya bagi kesehatan kita.
5. Piring, Mangkok, Gelas dan Barang Berbahan Melamin / Melamine
Bahan melamin ternyata tidak semuanya aman bagi kesehatan kita dan dapat memicu kanker. Berdasarkan uji klinis terdapat sebagian merek produk melamine di Indonesia yang mengandung racun formaldehid atau formalin. Racun tersebut adalah merupakan hasil polimerisasi yang tidak sempurna sehingga menghasilkan residu formaldehid yang menempel pada barang-barang tersebut. Apabila residu itu ikut nimbrung masuk ke dalam perut badan kita melalui makanan dan minuman, maka bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti kanker dan penyakit lain yang sangat berbahaya.
Nah, marilah kita menjaga diri dan mulai waspada dengan lebih peduli terhadap kemasan makanan yang digunakan. Ada baiknya kita membawa wadah khusus makanan dari rumah ketika membeli makanan. Hal itu selain mengurangi resiko kemasan berbahaya juga mengurangi pemakaian plastik yang saat ini mengakibatkan tingginya sampah di Indonesia. [ds/islampos/organisasi.org]
 Wallahu A‘lam.

KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama