'Saatnya RI Bayar Utang Budi ke Mesir'

Tarqiyah :JAKARTA -- Majelis Intelektual & Ulama Muda Indonesia (MIUMI) mendesak Pemerintah Indonesia untuk memprotes keras terhadap aksi junta militer Mesir.
Sekjen (MIUMI) Bachtiar Nasir menegaskan, apa yang terjadi di Mesir saat ini merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan, sekaligus pelanggaran HAM berat.
Tercatat 200 korban jiwa melayang dan 4000 orang luka-luka ditembak secara membabi buta oleh militer dan aparat kepolisian Mesir. Hal ini menjadi perhatian dunia, terutama Indonesia yang mempunyai hubungan yang baik dengan negara Mesir. 
“Rakyat demonstran yang menuntuk hak pemerintah yang sah dan terpilih secara demokratis di tembaki bagian dada hingga kepala. Tentu hal itu bukan lagi tembakan peringatan, melainkan aksi tembakan pembunuhan”, ujar Bachtiar, saat melakukan konferensi pers, di Jakarta, Senin (29/7).
Dia berharap, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memainkan perannya untuk memberikan pengaruh terhadap Mesir. Bukan sekedar peduli dan jaminan keamanan WNI di Mesir. Perlu di ketahui, Mesir merupakan negara pertama yang mengakui kemerdekaan RI di 17 Agustus 1945. 
“Indonesia memiliki utang sejarah yang begitu besar. Oleh sebab itu, saat inilah yang tepat bagi negara kita untuk membayar lunas utang tersebut,"tegasnya.
Menurutnya, pembantaian terhadap demonstran yang berunjuk rasa damai, merupakan peristiwa paling kelam dalam sejarah demokrasi Indonesia.
Oleh sebab itu, harus ada campur tangan dunia, termasuk Indonesia, untuk menghentikan kekejaman junta militer Mesir bersama kekuatan dunia lainnya untuk membawa masalah ini ke dewan HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan menyeret pelaku kekejaman tersebut ke Pengadilan Internasional.
MIUMI mengutuk keras peristiwa tersebut terjadi dan mempertanyakan kenapa rezim Arab di Mesir dan Suriah lebih suka membantai rakyatnya sendiri daripada melawan tentara Zionis Israel. Tentara Zionis Israel telah berkali-kali melakukan agresi militer terhadap Gaza dan melanggar garis batas internasional Negara Arab tetangganya. ROL
 Wallahu A‘lam.


KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama