Koalisi Nasional Anti Kudeta, “Kami Tidak Akan Terpancing Beraksi Anarkis Sebejat Apapun Perlakuan yang Kami Terima.”

Tarqiyah :Kairo.  Setiap harinya, pimpinan kudeta 3 Juli membuka wajah aslinya yang sangat bengis dan haus darah. Mereka tidak merasa puas dengan pembantaian demosntran yang sedang shalat, pembantaian kaum wanita, dan anak-anak. Hari ini mereka melakukan pembantain baru yang sejajar dengan kejahatan perang yang lain. Mereka sudah tenggelam dalam darah rakyat Mesir hingga ke leher mereka.
Untuk membubarkan paksa demonstrasi damai di Rab’ah dan Nahdha, mereka menggunakan kekuatan polisi dan militer seperti sedang menghadapi musuh dalam sebuah perang. Mereka membunuh lebih dari dua ribu orang, dan melukai puluhan ribu yang lain. Semua itu adalah rakyat sipil yang damai, dibunuh dengan peluru para sniper di kepala dan dada, tanpa bisa membalas dengan senjata apapun.
Tidak sampai di situ kejahatannya, mereka membakari tenda-tenda demonstran di saat banyak wanita dan anak-anak berlindung di dalamnya dari gas air. Hal ini menyebabkan mereka terbakar sangat mengerikan.
Para sniper juga menjadikan sasaran mereka para wartawan, juru kamera, dan koresponden. Banyak kalangan ini yang telah menjadi korban jiwa.
Mereka menghalangi mobil ambulan mengevakuasi korban-korban terluka ke rumah-rumah sakit terdekat, karena rumah sakit lapangan sudah tidak sanggup lagi menampung jumlah korban yang kian banyak. Sampai saat ini operasi pembantaian masih berlangsung, sejak 9 jam yang lalu.
Kejahatan bengis yang melibatkan militer melawan rakyat, telah memasukkan kita kepada kondisi terburuk hubungan antara rakyat dan militer. Semua itu demi memuaskan ambisi segelintir pimpinan militer, mengokohkan posisi mereke dalam jabatan-jabatan politik, dan mementingkan kelompok minoritas untuk melawan mayoritas rakyat Mesir.
Pembantaian besar ini secara otomatis telah memancing bangkitnya rakyat Mesir. Dikhawatirkan mereka akan melakukan aksi-aksi membahayakan di seluruh propinsi yang akan mengancam hilangnya kerukunan sosial. Selain itu, menyebabkan juga kaum intelektual melakukan mogok massal. Namun demikian, kami dari Koalisi Nasional Anti Kudeta akan tetap memegang prinsip damai kami. Kami tidak akan terpancing beraksi anarkis sebejat apapun perlakuan yang kami terima.
Maka dari itu, yang harus bertanggung jawab atas segala pelanggaran pidana ini adalah para pemimpin kudeta 3 Juli. Kami menuntut mereka menghentikan aksi kejahatan ini, menarik alat-alat perang berat mereka, pesawat mereka, dan mengakui hak rakyat untuk berdemonstrasi.
Kami juga menuntut lembaga-lembaga HAM untuk mengutuk kejahatan ini dan berusaha menghentikan pertumpahan darah orang-orang yang tidak berdosa.
Terakhir, kami tegaskan tetap memegang perjuangan damai, dan mengajak seluruh rakyat Mesir untuk turun ke jalan di seluruh propinsi hingga pemerintahan kudeta jatuh.
Semoga Allah swt. memelihara Mesir dan rakyatnya, dan menyayangi para syuhadanya.  (msa/sbb/dkw)
Koalisi Nasional Anti Kudeta
14 Agustus 2013
 Wallahu A‘lam.


KATA MEREKA

Kontak Gema Dakwah : tarqiyahonline@gmail.com

Lebih baru Lebih lama